Pemahaman tentang konsep Neuromarketing penting dimiliki oleh pemasar untuk melengkapi pengetahuan tentang perilaku dan dasar perilaku konsumennya sehingga dapat merancang strategi marketing dengan lebih baik untuk produk-produknya. Hal ini disebabkan karena metode empiris untuk menentukan strategi marketing saat ini lebih menitikberatkan pada pendapat atau persepsi responden dengan dasar asumsi pengambilan keputusan yang rasional atau irasional terprediksi. Sementara, Neuromarketing mengesampingkan persepsi dan melihat perilaku tanpa sadar manusia yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam belanja.
Basic Neuro Marketing: Tools and Application adalah course yang dirancang untuk memberikan pemahaman terhadap prinsip dan aplikasi dasar Neuromarketing dalam industri barang maupun jasa. Course ini dirancang untuk diikuti dalam 5 modul dengan total durasi video dibawah 100 menit. Setelah mengikuti course ini, peserta diharapkan mengetahui prinsip dasar Neuromarketing, jenis-jenis tools yang digunakan dalam Neuromarketing serta cara kerja alat tersebut, sehingga mampu memilih tools yang tepat untuk tujuan pemasaran, serta lewat studi kasus sederhana yang diberikan, peserta diharapkan mampu melakukan perancangan studi neuromarketing dan melakukan analisis marketing terhadap produknya.
Instruktur pada kursus ini:
Paulina Kus Ariningsih, S.T., M.Sc. adalah tenaga pengajar jurusan Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan. Paulina mendapat pendidikan Sarjana dan Magister dari Teknik Industri Universitas Gadjah Mada. Ia berpengalaman dalam fast moving consumer goods industry selama lebih dari 5 tahun. Paulina adalah anggota Supply Chain Centre dan menerbitkan beberapa publikasi dengan benang merah “modelling human decision in contemporary issue supply chain”. Paulina memang memiliki hobby pada “design”. Cognitive engineering dan Neuromarketing adalah sedikit bidang ilmu yang menyatukan antara kedua minatnya tersebut. Ia berpengalaman menggunakan tools Neuromarketing pada berbagai penelitian mengenai interaksi manusia dengan sistem, serta berpengalaman menjadi instruktur di beberapa training yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Ergonomi mengenai kemasan dan penggunaan tools Neuromarketing.