Rating 3.75 out of 5 (2 ratings in Udemy)
What you'll learn- Di zaman serba agile sekarang ini, banyak pihak yang mengubah pola pengembangan produk mereka yang fokus pada semua fitur sekaligus tetapi dikerjakan hanya 10%nya saja pada dua minggu pertama, kemudian mengembangkan 20% di dua minggu berikutnya, terus seperti itu hingga semua fitur program sesuai dengan yang mereka inginkan. Unified Modeling Language (UML) diagram diciptakan untuk membantu mempersiapkan kebutuhan produk di bagian …
Rating 3.75 out of 5 (2 ratings in Udemy)
What you'll learn- Di zaman serba agile sekarang ini, banyak pihak yang mengubah pola pengembangan produk mereka yang fokus pada semua fitur sekaligus tetapi dikerjakan hanya 10%nya saja pada dua minggu pertama, kemudian mengembangkan 20% di dua minggu berikutnya, terus seperti itu hingga semua fitur program sesuai dengan yang mereka inginkan. Unified Modeling Language (UML) diagram diciptakan untuk membantu mempersiapkan kebutuhan produk di bagian frontend maupun backend pada metodologi agile, dengan menyediakan diagram tentang bagaimana fungsi serta tampilan kasar produk yang mau kita buat. UML juga bisa dijadikan sebagai dokumentasi supaya developer selanjutnya mudah dalam mengembangkan produk yang telah dikerjakan oleh developer sebelumnya.
DescriptionDi zaman serba agile sekarang ini, banyak pihak yang mengubah pola pengembangan produk mereka yang fokus pada semua fitur sekaligus tetapi dikerjakan hanya 10%nya saja pada dua minggu pertama, kemudian mengembangkan 20% di dua minggu berikutnya, terus seperti itu hingga semua fitur program sesuai dengan yang mereka inginkan. Unified Modeling Language (UML) diagram diciptakan untuk membantu mempersiapkan kebutuhan produk di bagian frontend maupun backend pada metodologi agile, dengan menyediakan diagram tentang bagaimana fungsi serta tampilan kasar produk yang mau kita buat. UML juga bisa dijadikan sebagai dokumentasi supaya developer selanjutnya mudah dalam mengembangkan produk yang telah dikerjakan oleh developer sebelumnya.
Di zaman serba agile sekarang ini, banyak pihak yang mengubah pola pengembangan produk mereka yang fokus pada semua fitur sekaligus tetapi dikerjakan hanya 10%nya saja pada dua minggu pertama, kemudian mengembangkan 20% di dua minggu berikutnya, terus seperti itu hingga semua fitur program sesuai dengan yang mereka inginkan. Unified Modeling Language (UML) diagram diciptakan untuk membantu mempersiapkan kebutuhan produk di bagian frontend maupun backend pada metodologi agile, dengan menyediakan diagram tentang bagaimana fungsi serta tampilan kasar produk yang mau kita buat. UML juga bisa dijadikan sebagai dokumentasi supaya developer selanjutnya mudah dalam mengembangkan produk yang telah dikerjakan oleh developer sebelumnya.